~ AGAR MEMBERI ITU MENJADI KEBIASAAN ~
Kebiasaan memberi dan berbagi memang tak mudah. Manusia diciptakan ALLAH memiliki watak kikir dan pelit. Padahal memberi adalah rahasia kehidupan yang membuat kehidupan ini tumbuh menjadi indah dan harmoni. Karena itu kebiasaan memberi itu perlu dilatih. Nah, agar memberi dan berbagi itu menjadi kebiasaan kita, ada beberapa tips yang bisa kita lakukan :
- Letakkan Harta di Tangan Kita, Jangan di Hati Kita -
Semua yang kita miliki hakikatnya adalah milik ALLAH semata. Kita tak punya apa-apa. Jangan merasa memiliki karena semua itu titipan dan hanya sekedar numpang lewat saja. Jika perasaan seperti ini sudah melekat, kita tak akan pernah menyesal dengan apa yang kita berikan kepada orang lain, karena toh hakikatnya itu bukan punya kita. Semuanya milik ALLAH dan akan kembali kepada ALLAH.
- Ambil Kesempatan Itu! -
Jika kita mendapati orang lain sedang kesusahan dan memerlukan bantuan kita, segeralah membantunya jangan ditunda. Setiap ada kesempatan untuk memberi, maka lakukanlah. Bisa jadi peluang kebaikan itu tidak kita jumpai lagi sampai akhir hidup kita.
"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema`afkan (kesalahan) orang. ALLAH menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan." (QS. Ali Imron : 133-134)
- Jangan Mengingat-Ingat Pemberian -
Lupakan saja apa yang kita telah berikan kepada orang lain. Seperti orang yang buang air besar, ia tidak menoleh lagi pada kotoran yang telah ia buang. Semakin kita mengingat yang telah anda berikan, kita akan merasa telah banyak memberi dan merasa cukup. Akhirnya kita tidak mau berderma lagi.
"Orang-orang yang menafkahkan hartanya dijalan ALLAH, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati." (QS. Al Baqoroh : 262)
- Menganggap Kecil Pemberian Kepada Orang Lain -
Karena jika dianggap besar, kita akan merasa ‘ujub (kagum) dan sombong. Padahal kedua hal tersebut dapat menghapus dan membatalkan pahala amal kita. Jika kita menganggap kecil ketaatan maka ketaatan itu menjadi besar dihadapan ALLAH. Demikian pula kemaksiatan, jika anda menganggapnya besar maka disisi ALLAH menjadi kecil
"Sesungguhnya Allah telah menolong kamu (hai para mu`minin) dimedan peperangan yang banyak, dan (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu diwaktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlah (mu), maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfa`at kepadamu sedikitpun, dan bumi yang luas itu telah terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari kebelakang dengan bercerai-berai." (QS. At Taubah : 25).
- Memberilah, Maka Kita Akan Menerima Lebih Banyak -
ALLAH telah berjanji bahwa setiap yang kita sedekahkan akan dibalas 10 kali lipat, 700 kali lipat, bahkan lebih dari itu. Lebih baik kita mengorbankan yang sedikit demi mendapatkan yang lebih banyak dari sisi ALLAH.
"Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan)." (QS. Al An’am : 160)
"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan ALLAH adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. ALLAH melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang DIA kehendaki. Dan ALLAH Maha Luas (karunia-NYA) lagi Maha Mengetahui." (Al Baqarah : 261)
- Berikan Yang Terbaik -
Sesungguhnya ALLAH maha baik dan hanya menerima yang baik-baik. Karena itu pilihlah harta yang paling baik yang paling halal dan yang paling kita cintai untuk kita dermakan.
"Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan ALLAH) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa ALLAH Maha Kaya lagi Maha Terpuji." (QS Al Baqarah : 267)
"Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya." (Ali Imran : 92).
- Teladanilah Orang Yang Banyak Berdermawan -
Baca dan renungi kisah-kisah mereka. Rasulullah dan para sahabatnya adalah teladan terbaik dalam memberi. Mereka saling berlomba dalam berinfak. Umar bin Khattab selalu ingin mengungguli Abu Bakar dalam berinfak, tapi tidak pernah berhasil. Suatu ketika Umar bin Khattab menginfakkan separuh hartanya untuk jihad fisabilillah, namun ternyata Abu Bakar telah menginfakkan seluruh hartanya.
Kebiasaan memberi dan berbagi memang tak mudah. Manusia diciptakan ALLAH memiliki watak kikir dan pelit. Padahal memberi adalah rahasia kehidupan yang membuat kehidupan ini tumbuh menjadi indah dan harmoni. Karena itu kebiasaan memberi itu perlu dilatih. Nah, agar memberi dan berbagi itu menjadi kebiasaan kita, ada beberapa tips yang bisa kita lakukan :
- Letakkan Harta di Tangan Kita, Jangan di Hati Kita -
Semua yang kita miliki hakikatnya adalah milik ALLAH semata. Kita tak punya apa-apa. Jangan merasa memiliki karena semua itu titipan dan hanya sekedar numpang lewat saja. Jika perasaan seperti ini sudah melekat, kita tak akan pernah menyesal dengan apa yang kita berikan kepada orang lain, karena toh hakikatnya itu bukan punya kita. Semuanya milik ALLAH dan akan kembali kepada ALLAH.
- Ambil Kesempatan Itu! -
Jika kita mendapati orang lain sedang kesusahan dan memerlukan bantuan kita, segeralah membantunya jangan ditunda. Setiap ada kesempatan untuk memberi, maka lakukanlah. Bisa jadi peluang kebaikan itu tidak kita jumpai lagi sampai akhir hidup kita.
"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema`afkan (kesalahan) orang. ALLAH menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan." (QS. Ali Imron : 133-134)
- Jangan Mengingat-Ingat Pemberian -
Lupakan saja apa yang kita telah berikan kepada orang lain. Seperti orang yang buang air besar, ia tidak menoleh lagi pada kotoran yang telah ia buang. Semakin kita mengingat yang telah anda berikan, kita akan merasa telah banyak memberi dan merasa cukup. Akhirnya kita tidak mau berderma lagi.
"Orang-orang yang menafkahkan hartanya dijalan ALLAH, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati." (QS. Al Baqoroh : 262)
- Menganggap Kecil Pemberian Kepada Orang Lain -
Karena jika dianggap besar, kita akan merasa ‘ujub (kagum) dan sombong. Padahal kedua hal tersebut dapat menghapus dan membatalkan pahala amal kita. Jika kita menganggap kecil ketaatan maka ketaatan itu menjadi besar dihadapan ALLAH. Demikian pula kemaksiatan, jika anda menganggapnya besar maka disisi ALLAH menjadi kecil
"Sesungguhnya Allah telah menolong kamu (hai para mu`minin) dimedan peperangan yang banyak, dan (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu diwaktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlah (mu), maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfa`at kepadamu sedikitpun, dan bumi yang luas itu telah terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari kebelakang dengan bercerai-berai." (QS. At Taubah : 25).
- Memberilah, Maka Kita Akan Menerima Lebih Banyak -
ALLAH telah berjanji bahwa setiap yang kita sedekahkan akan dibalas 10 kali lipat, 700 kali lipat, bahkan lebih dari itu. Lebih baik kita mengorbankan yang sedikit demi mendapatkan yang lebih banyak dari sisi ALLAH.
"Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan)." (QS. Al An’am : 160)
"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan ALLAH adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. ALLAH melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang DIA kehendaki. Dan ALLAH Maha Luas (karunia-NYA) lagi Maha Mengetahui." (Al Baqarah : 261)
- Berikan Yang Terbaik -
Sesungguhnya ALLAH maha baik dan hanya menerima yang baik-baik. Karena itu pilihlah harta yang paling baik yang paling halal dan yang paling kita cintai untuk kita dermakan.
"Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan ALLAH) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa ALLAH Maha Kaya lagi Maha Terpuji." (QS Al Baqarah : 267)
"Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya." (Ali Imran : 92).
- Teladanilah Orang Yang Banyak Berdermawan -
Baca dan renungi kisah-kisah mereka. Rasulullah dan para sahabatnya adalah teladan terbaik dalam memberi. Mereka saling berlomba dalam berinfak. Umar bin Khattab selalu ingin mengungguli Abu Bakar dalam berinfak, tapi tidak pernah berhasil. Suatu ketika Umar bin Khattab menginfakkan separuh hartanya untuk jihad fisabilillah, namun ternyata Abu Bakar telah menginfakkan seluruh hartanya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar