Aisyah.. Sebut saja namanya Aisyah.
Dia adalah seorang gadis yng cantik juga cerdas.. Sebagai remaja yang hidup di era kebebasan tanpa bekal pemahaman Islam yang cukup dr Orang tuanya, tentulah ia tumbuh menjadi remaja yang hidup mengikuti pergaulandan gaya hidup yang sedang ngetrend saat ini.
Dia gadis cantik berkerudung, meskipun kerudungnya masih belum syar'i.
Maklumlah remaja yang belum tahu banyak tentang Islam pasti merasa kerudung gaul dan modisnya sudah memenuhi tuntutan Islam untuk menutup aurat.
Jika remaja zaman ini tak ketinggalan sama hubungan kasih yang bernama "PACARAN" begitu pula Aisyah.. gadis cantik ini pun punya kekasih hati yang teramat ia kasihi. Namun.. Suatu hari Hidayah Allah datang menghampiri...
Setelah Aisyah menjadi anggota Rohis di sekolahnya, ia jadi tahu banyak tentang Islam.. tentang apa saja hakikat menutup aurat yang sebenarnya, dan bagaiman cara menutup aurat yang baik sesuai syari'at Islam.
Perlahan ia mulai merubah kerudung gaulnya menjadi kerudung Syar'i..
Namun yang paling susah adalah memutuskan hubungan asmaranya dengan kekasihnya. Aisyah selalu menangis dalam munajatnya.. Ia mengadu kepada Allah.. betapa sulitnya ia jika harus melepaskan lelaki yang sudah mengisi hatinya.. Betapa sulitnya ia harus memutuskan hubungan itu.
Hari berganti minggu.. minggu berganti bulan, Aisyah masih belum mampu mengambil keputusan itu, Aisyah hanya bisa menangis.. dan menangis..
Aisyah sangat Mencintai Allah.. tapi Aisyah juga sangat mencintai Kekasihnya.
hanya ada dua jalan jika Aisyah memilih Allah..
Pertama menikah dengan kekasihnya itu.. Tapi usia Aisyah masih terlalu belia, dan orang tuanya pun tidakmungkin mengizinkannya.
yang kedua adalah berpisah dengan kekasihnya.. yang teramat sulit di lakukannya.
Setiap hari Aisyah berdo'a agar di beri kekuatan oleh Allah mengambil keputusan itu. Setiap hari Aisyah menangisi ketidak berdayaannya...
Hingga suatu hari.. Aisyah sadar sekeras apapun ia berusaha mempertahankan hubungannya.. jika Allah tidak berkehendak menyatukannya, maka mustahil ia dapat bersatu dengan kekasihnya..
Lagi pula.. Aisyah berfikir, apa yang menurut Aisyah baik belum tentu baik menurut Allah.
Akhirnya.. Aisyah pun memilih Allah dan melepaskan kekasihnya..
Hidup Aisyah pun di penuhi kebahagiaan karena Cinta Allah hadir setia menemaninya....
Mengendalikan hawa nafsu memang sungguh berat jika tanpa pertolongan Allah. Akan tetapi pertolongan Allah sebanding dengan niat dan usaha yg sungguh2. Semakin kuat niat dan kesungguhan kita untuk mengendalikan hawa nafsu, semakin besar pula pertolongan Allah. semakin lemah niat dan kesungguhan kita maka semakin lemah pula pertolongan Allah pd kita, sehingga selamanya tidak akan bisa mengendalikan hawa nafsu, dan tidak kan pernah berubah...
24 Juni 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar