17 Juni 2011

♥.•*´¨`*•. (`'•.¸ (`'•.¸*KEUTAMAAN HARI JUM'AT*¸.•'´) ¸.•'´) .•*´¨`*•.♥♥

♥.•*´¨`*•. (`'•.¸ (`'•.¸*KEUTAMAAN HARI JUM'AT*¸.•'´) ¸.•'´) .•*´¨`*•.♥♥

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

السلام عليكم ورحمة الله و بركاته

MENURUT IMAM AL-GHAZALI

Dinukil dari Terjemah Kitab Ihya Ulumuddin jilid 2 karya Imam Al-Ghazali (penerjemah Ustadz Ahmad Rofi’ Utsmani)

Hari Jum'at adalah hari Raya, Islam diagungkan oleh Allah Subhannahu Wa Ta'ala karena hari Jum'at dan dikhususkan-Nya kaum Muslimin dengan hari Jum'at ini.

Allah SWT berfirman :

” …Apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum'at, maka bersegeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual-beli…” (QS. Al-Jumu’ah 62: 9)

Demikian hal-nya pada hari Jum'at tidak diperkenankan mengurusi urusan duniawi (yang berlebihan) dan tiap-tiap perbuatan yang menghalangi dari berangkat menunaikan shalat Jum'at.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Allah SWT mewajibkan atas kalian shalat Jumat pada hariku ini dan pada tempatku ini.” (HR Ibnu Majah)

Beliau SAW juga bersabda,” Barangsiapa yang meninggalkan (shalat) Jum'at tiga kali tanpa ‘udzur niscaya dicapkan oleh Allah pada qalbunya.” (HR. Ahmad)

Dalam riwayat yang lain, “…Sungguh, ia (muslim yang meninggalkan shalat Jumat tanpa ‘udzur) telah melemparkan Islam kebelakangnya.” (HR. Al-Baihaqi)

Suatu saat seorang laki-laki datang kepada Ibn ‘Abbas ra. menanyakan tentang orang mati yang tidak pernah menunaikan shalat Jum'at dan shalat berjamaah. Jawab beliau, ”Di dalam neraka !” Maka orang tersebut bolak-balik datang kepada Ibn ‘Abbas sebulan lamanya menanyakan persoalan yang sama, tetapi Ibn ‘Abbas tetap menjawab, “Di dalam neraka !”

Pada sebuah hadist (yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhori) dikemukakan bahwa Ahli Kitab pernah dikaruniai hari Jum'at. Tapi kemudian mereka berselisih sehingga berpaling dari hari Jum'at itu. Lalu kita pun diberi petunjuk oleh Allah SWT untuk menerima Allah beri petunjuk untuk menerima hari Jum'at. Hari itu dikemudiankan oleh Allah dalam memberikan-Nya kepada umat Islam ini dan dijadikan sebagai hari Raya bagi umat Islam. Karena itu umat Islam menjadi umat yang lebih diutamakan dan didahulukan, sedangkan Ahli Kitab menjadi pengikut mereka.

Pada hadist yang diriwayatkan Anas ra., Nabi SAW bersabda, ”Datang kepadaku Jibril as. dan pada tangannya terdapat sebuah cermin putih, seraya berkata, ‘Inilah Jumat, yang diwajibkan atasmu oleh Tuhanmu untuk menjadikannya hari raya bagimu dan umat sesudahmu.’ Lalu aku bertanya, ”Terdapat apakah didalamnya bagi kami?” Jibrilpun menjawab, “Kalian mempunyai waktu yang diutamakan. Barangsiapa berdoa padanya kebajikan, niscaya Allah menganugrahi kebajikan padanya, atau jika dia tidak memperoleh kebahagiaan, niscaya kebahagiaan itu diberikan bahkan yang lebih besar. Atau jika ia berlindung dari kejahatan, niscaya Allah akan melindungi dengan perlindungan yang lebih besar daripada kejahatan tersebut. Hari Jumat adalah sayyidul ayyam (penghulu segala hari), jika kita bermohon pada Allah dihari itu, niscaya di akhirat akan menjadi hari kelebihan.”

Lalu aku bertanya, “Mengapa demikian?”

Jibril as. menjawab, “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah menjadikan dalam surga sebuah lembah yang luas dari kesturi putih. Maka apabila datang hari Jum'at, niscaya turunlah Dia dari surga yang tinggi diatas Kursy-Nya. Lalu jelaslah Dia kepada bagi mereka, sehingga para penghuni surga memandang kepada Wajah-Nya.” (HR Anas)

Pada hadist lainnya Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik hari yang terbit padanya matahari ialah hari Jum'at. Pada hari Jum'at, dijadikan Adam as. Pada hari Jum'at pula Adam as. dimasukkan ke dalam surga, diturunkan kebumi, diterima taubatnya, Adam as. meninggal dan pada hari Jum'at itu berdirinya qiamat. Adalah hari Jum'at itu pada sisi Allah SWT merupakan hari keutamaan. Begitulah hari Jum'at dinamakan oleh para malaikat dilangit, yaitu : hari memandang ke Allah Ta’ala dalam disurga.”

Pada hadist yang lain, disebutkan bahwa pada tiap-tiap hari Jum'at, Allah ‘Azza wa Jalla mempunyai enam ratus ribu orang yang dimerdekakan dari api neraka.

Dalam hadist lainnya yang diriwayatkan oleh Anas ra. bahwa Nabi SAW bersabda, “Apabila selamatlah (amal seseorang) di hari Jumat, maka seamatlah (amal) di hari-hari lainnya.”

Bersabda Rasulullah SAW, ”Bahwa neraka jahim itu menggelegak pada setiap hari sebelum tergelincir matahari pada tengah hari dipuncak langit. Maka janganlah kamu mengerjakan shalat pada saat itu, kecuali hari Jum'at. Maka hari Jum'at itu, adalah shalat seluruhnya dan neraka Jahanam tiada menggelegak padanya.”

Berkata Ka’ab ra., ”Bahwa Alah ‘Azza wa Jalla melebihkan Mekkah dari segala negri, Ramadhan dari segala bulan, Jum'at dari segala hari dan Lailatul Qadar dari segala malam. Dan dikatakan bahwa burung dan hewan yang berjumpa satu sama lain pada hari Jum'at mengucapkan : ’Selamat… selamat… hari yang baik.”

Rasulullah SAW juga bersabda, ”Barangsiapa yang meninggal pada hari Jum'at atau malamnya, niscaya dituliskan oleh Allah SWT baginya pahala syahid dan terpelihara dari fitnah kubur.”

➸➷➹➷➸➷➹➷➸➷➹➷➸➷➹➷➸➷➹➷➸➷➹➷➸➷

Nah… sahabat yang budiman, demikianlah Allah dan Rasul-Nya mengutamakan hari Jumat sebagai hari yang diutamakan, bagaimana dengan kita???

➸➷➹➷➸➷➹➷➸➷➹➷➸➷➹➷➸➷➹➷➸➷➹➷➸➷

Tidak ada komentar:

Posting Komentar