5 November 2011

....♥♥☆˚◦☀°•˚◦♥♥◦˚•°☀◦˚☆ ♥♥.... ☀Wanita adalah Pondasi Rumah Tangga☀ ....♥♥☆˚◦☀°•˚◦♥♥◦˚•°☀◦˚☆ ♥♥....

....♥♥☆˚◦☀°•˚◦♥♥◦˚•°☀◦˚☆ ♥♥....

☀Wanita adalah Pondasi Rumah Tangga☀

....♥♥☆˚◦☀°•˚◦♥♥◦˚•°☀◦˚☆ ♥♥....

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh



Ya Ukhti fillah...sesungguhnya di balik kelemahan fisik dan halusnya perasaan kita , tersimpan kekuatan yang tiada terperi. Oleh karena itu wanita sering disebut sebagai pondasi rumah tangga, yang jika lalai maka bangunan rumah tangga itu akan roboh dan menimpa seluruh keluarga. Maka belajarlah kesabaran...hentikan tindakan egois kita yang mengutamakan kebahagiaan sendiri. Percayalah, melayani bukan berarti menjadikan kita sebagai pelayan ,ini adalah salah satu ciri kemuliaan kita sebagai wanita yang berbudi dan berakhlak mulia.



Di kala gundah menyapa..di kala resah tiada menemukan muaranya...bersabarlah untuk tidak mengumbar tangis kesedihan kepada orang yang tidak bisa dipercaya, walaupun kita berhak dan ingin melakukannya. Karena jika kita bersedih, maka bukan hanya kita yang akan berduka. Suami pun akan lebih bersedih karena kewajiban dia yang memang harus membahagiakan kita. Sampaikan saja seluruh keluh kesah itu kepada Allah Yang Maha Menyelesaikan dan Maha Pemberi jalan keluar... sampaikan segala duka lara itu melalui sujud dan munajat kepada-Nya . Atau kalau harus memerlukan jalan penengah sampaikan kepada orang yang bisa dipercaya yang memungkinkan kita mendapatkan nasehat bijaknya.



Dalam pergaulan rumah tangga jikalau keadaan suami dalam kesulitan hendaklah jangan banyak meminta, walaupun kita berhak mendapatkan sedangkan suami sudah banyak berusaha. Jadikanlah qanaah dan hidup sederhana sebagai penghias diri kita.Ringankan bebannya walaupun sedikit. Jangan beratkan hatinya dengan sikap tidak baik kita walau hanya sesaat. Jadikanlah diri kita sebagai embun penyejuk di kala suami resah dan pemompa semangat suami di kala semangat hidupnya mulai melemah.Bayangkan bagaimana suami kita harus menjawab pertangungjawabannya di hadapan Allah dalam mendidik kita. Untuk itu ringankan bebannya dengan belajar menjadi istri yang sholehah.



Jikalau ada keluhan belajarlah untuk menyampaikan keluhan itu dengan halus dan santun sebagaimana kitapun ingin diperlakukan demikian. Karena rumah tangga adalah tentang komunikasi dan bekerjasama, dan bukan ajang tuntut menuntut, apalagi memperinci kekurangan pasangan kita. Seperti halnya diri kitapun tak ingin hanya dilihat dari sisi kekurangannya saja bukan?



Maka kuatkanlah batin sekuat yang kita bisa, karena keluarga membutuhkan kita untuk menguatkan mereka. Dan jika semua sudah diluar kemampuan, maka jangan pernah bersandar kepada manusia dalam menguatkan diri . Percayalah, saat kita melayani keluarga dengan tulus ikhlas karena Allah, maka Allahpun tak akan menyia- nyiakan kita , sebagai balasannya kitapun akan lebih terlayani oleh kebaikanNya.. InsyaAllah...


....♥♥☆˚◦☀°•˚◦♥♥◦˚•°☀◦˚☆ ♥♥....

1 komentar:

  1. sipppp...asli 200%......lanjutkan sungguh asli menyetuh banget......

    BalasHapus