♥♥.•*´¨`*•. (`'•.¸ (`'•.¸*ALAM MAYA vs ALAM REALITA*¸.•'´) ¸.•'´) .•*´¨`*•.♥♥
♥♥.•*´¨`*•. (`'•.¸ (`'•.¸*ALAM MAYA vs ALAM REALITA*¸.•'´) ¸.•'´) .•*´¨`*•.♥♥
Sadar atau tidak kadang-kadang kita mengabaikan ukhuwah, silaturrahim, malah kadang-kadang mengabaikan orang yang terdekat dengan kita akibat terlalu asyik dengan alam maya bahkan alam fantasi.
Sadar atau tidak selalunya kita menghabiskan banyak waktu hanya karena alam maya sehingga membiarkan orang-orang yang terdekat dengan kita kesunyian.
Sadar atau tidak hanya karena alam maya sahutan Ibu di dapur kadangkala tidak diendahkan.
Sadar atau tidak sekian lama kita bersama alam maya sehinggakan makan minum kita kadangkala turut terabai.
Sadar atau tidak, harta karana alam maya. Sholat kita dilengahkan. Seruan dan panggilan Ilahi tak dihiraukan.
Sadar atau tidak orang-orang yang terdekat dengan kita hakikatnya kadangkala perlukan kita untuk memuntahkan rasa bahkan memerlukan kita untuk berkata-kata dengannya.
Sadarkah kita yang semakin lupa untuk mengambil berat akan orang-orang yang terdekat dengan kita akibat terlampau peka dengan orang-orang di alam maya.
Sadar tak sadar.. "eh, eh dah malam.."
Sadar tak sadar Ashar dah nak habis.
Sadar tak sadar 4 jam berlalu begitu saja.
Kita lebih suka berkata haii, hello, salam atau menyapa mereka-mereka di alam maya. Sehinggakan kita lupa untuk tebarkan salam buat mereka yang dekat di sisi kita.
Yaa ALLAH.. kuat sungguh penangan internet. Bersama facebooknya, Yahoo messengernya, blognya, my spacenya. Wah, membuatkan manusia hidup bersendiri. Nafsi-nafsi. Lupa pada hakikat. Lupa pada berkat.
Lupakah kita pada hablumminannas?? Tidak perlukah kita menghubungkan silaturrahim ataupun ukhuwah dengan jiran tetangga kita. Saudara kita yang realiti ini.
Lihat sudah keadaan di kampus. Lupa sudah pada saudara yang bersama sebilik. Penting lagi melayani karena rakan-rakan di alam maya. Biarkan saudara sebilik terkapai-kapai sendiri. Siapa tahu dia sebenarnya perlukan kita untuk mendengar masalahnya. Siapa tahu dia hakikatnya ingin berkata-kata dan berkongsi sesuatu dengan kita. Asyik kita akan alam maya yang kadangkala sedikitpun tidak memberi manfaat malah mendatangkan mudharat kepada orang sekeliling.
Secara realiltinya, siapa yang lebih dekat dengan kita?? Saudara-saudara dia alam maya kah yang akan membantu kita di saat kita benar-benar memerlukan bantuan?? Sakit kita, susah kita.. Saudara-saudara di alam maya kah yang menghulurkan tangan, meringankan beban??
Tidak salah melebarkan jaring, menghubungkan rangkaian, meramaikan kenalan. Tapi jangan lupa pada adat berukhuwah di alam realiti. Jangan di lupa pada hakikat hidup secara berjama'ah.
Andai pernah kau rasai keramatnya ukhuwah. Tiada sebab untuk kau hidup bersendirian. Tiada sebab untuk tidak kau mempedulikan perasaan dan hati itu. Hati itu ingin sekali dibasuh dengan senda gurau bersama. Hati itu ingin saja menuturkan kata, berkongsi rasa tanpa sepi dari sebarang kata.
Sadar atau tidak kadang-kadang kita mengabaikan ukhuwah, silaturrahim, malah kadang-kadang mengabaikan orang yang terdekat dengan kita akibat terlalu asyik dengan alam maya bahkan alam fantasi.
Sadar atau tidak selalunya kita menghabiskan banyak waktu hanya karena alam maya sehingga membiarkan orang-orang yang terdekat dengan kita kesunyian.
Sadar atau tidak hanya karena alam maya sahutan Ibu di dapur kadangkala tidak diendahkan.
Sadar atau tidak sekian lama kita bersama alam maya sehinggakan makan minum kita kadangkala turut terabai.
Sadar atau tidak, harta karana alam maya. Sholat kita dilengahkan. Seruan dan panggilan Ilahi tak dihiraukan.
Sadar atau tidak orang-orang yang terdekat dengan kita hakikatnya kadangkala perlukan kita untuk memuntahkan rasa bahkan memerlukan kita untuk berkata-kata dengannya.
Sadarkah kita yang semakin lupa untuk mengambil berat akan orang-orang yang terdekat dengan kita akibat terlampau peka dengan orang-orang di alam maya.
Sadar tak sadar.. "eh, eh dah malam.."
Sadar tak sadar Ashar dah nak habis.
Sadar tak sadar 4 jam berlalu begitu saja.
Kita lebih suka berkata haii, hello, salam atau menyapa mereka-mereka di alam maya. Sehinggakan kita lupa untuk tebarkan salam buat mereka yang dekat di sisi kita.
Yaa ALLAH.. kuat sungguh penangan internet. Bersama facebooknya, Yahoo messengernya, blognya, my spacenya. Wah, membuatkan manusia hidup bersendiri. Nafsi-nafsi. Lupa pada hakikat. Lupa pada berkat.
Lupakah kita pada hablumminannas?? Tidak perlukah kita menghubungkan silaturrahim ataupun ukhuwah dengan jiran tetangga kita. Saudara kita yang realiti ini.
Lihat sudah keadaan di kampus. Lupa sudah pada saudara yang bersama sebilik. Penting lagi melayani karena rakan-rakan di alam maya. Biarkan saudara sebilik terkapai-kapai sendiri. Siapa tahu dia sebenarnya perlukan kita untuk mendengar masalahnya. Siapa tahu dia hakikatnya ingin berkata-kata dan berkongsi sesuatu dengan kita. Asyik kita akan alam maya yang kadangkala sedikitpun tidak memberi manfaat malah mendatangkan mudharat kepada orang sekeliling.
Secara realiltinya, siapa yang lebih dekat dengan kita?? Saudara-saudara dia alam maya kah yang akan membantu kita di saat kita benar-benar memerlukan bantuan?? Sakit kita, susah kita.. Saudara-saudara di alam maya kah yang menghulurkan tangan, meringankan beban??
Tidak salah melebarkan jaring, menghubungkan rangkaian, meramaikan kenalan. Tapi jangan lupa pada adat berukhuwah di alam realiti. Jangan di lupa pada hakikat hidup secara berjama'ah.
Andai pernah kau rasai keramatnya ukhuwah. Tiada sebab untuk kau hidup bersendirian. Tiada sebab untuk tidak kau mempedulikan perasaan dan hati itu. Hati itu ingin sekali dibasuh dengan senda gurau bersama. Hati itu ingin saja menuturkan kata, berkongsi rasa tanpa sepi dari sebarang kata.
***