19 Oktober 2011

♥Jangan Bakar Jembatan di Belakang Kita♥

.....♥☆˚◦☀°•˚◦♥♥◦˚•°☀◦˚☆♥.
....

♥Jangan Bakar Jembatan di Belakang Kita♥

.....(♥)(♥)♥)(♥)(♥)♥)(♥)(♥)(♥).....

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh


Jangan bakar jembatan di belakang kita...

Barangkali suatu ketika kita membutuhkannya..

Sekiranya kita tidak membutuhkan , jangan membakarnya karena akan memutus rantai perjalanan...

Baik perjalanan kita sendiri dan orang lain yang akan melewatinya...

Jangan bakar jembatan di belakang kita...

Karena tak pernah tahu tentang episode kehidupan...

Siapa tahu suatu saat ketika akan meniti perjalanan harus melalui jembatan itu karena tak ada jembatan lain yang bisa kita lalui..

Jangan bakar jembatan di belakang kita...

Berpikirlah sebelum bertindak, karena nanti akan menyesal pada akhirnya...

Jangan menuruti emosi sesaat, karena emosi itu membakar hati dan jiwa yang terpelihara....


Sahabat saudaraku fillah...

Sebuah pepatah “ Jangan bakar jembatan di belakang kita “ mengajarkan kepada kita jangan pernah memutuskan jalinan persaudaraan dengan siapapun semarah dan separah apapun. Kita tak pernah tahu episode kehidupan , siapa tahu suatu ketika kita membutuhkan mereka. Kalau toh kita tidak membutuhkan, kita telah menutup mata hati dari rasa peduli terhadap saudara kita dan menyebabkan rasa canggung dari orang-orang di sekitar kita.


Sahabat saudaraku fillah...


Seorang muslim tidaklah pantas memutuskan hubungan persaudaraan dengan orang lain apalagi terhadap kerabat dekat dan orang tua. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman yang artinya:

“ Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali ( agama ) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu ( masa jahiliyah ) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara, dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.” ( QS. Ali Imran : 103 ).

Demikian juga dalam sabda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa sallam :


" Seorang muslim tidak dihalalkan untuk mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari, yang bila keduanya bertemu masing-masing membuang mukanya. Orang yang paling baik di antara keduanya adalah yang lebih dahulu mengucapkan salam. " ( HR. Bukhari dan Muslim ).


Sahabat saudaraku fillah..

Harus dipahami bahwa tak ada manusia yang tak pernah berbuat salah, sebaik apapun orangnya, selalu ada saja kesalahan yang diperbuat baik yang disengaja ataupun karena kelalaian. Terkadang orang tua, karib kerabat atau sahabat kita lelah setelah seharian bekerja atau memiliki masalah pribadi sehingga pikiran pun tidak tenang . Masalah sekecil apapun bisa membuatnya cepat marah. Kita harus belajar memahami sesuatu di balik kemarahannya, janganlah kita menambah kemarahan dengan sikap kita yang tidak baik apalagi sampai ikut membenci atau bahkan memutuskan hubungan persaudaraan. Ingatlah sahabat saudaraku fillah .. bahwa di balik kejahatan yang dilakukan oleh siapapun masih ada kebaikan yang pernah dilakukan. Dengan mengingat akan kebaikannya semoga hati kita menjadi damai.


So, jangan pernah membakar jembatan di belakang kita karena di dunia akan kehilangan orang-orang terdekat dan di akhirat kita celaka ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar