19 Oktober 2011

*.*.*Pegangan Hidup dalam Menghadapi Realitas Kehidupan*.*.*

Setitik Cahaya Hikmah

Pegangan Hidup dalam Menghadapi Realitas Kehidupan

Perjalanan hidup manusia tidak akan luput dari ujian dan cobaan, pahit dan manis pasti akan mewarnai kehidupan kita sebagai makhluk-NYA. Jika kepahitan, kesengsaraan, kesedihan datang menghampiri umumnya kita menyebutnya sebagai ujian dan cobaan. Padahal kesenangan, kebahagiaan juga merupakan ujian dan cobaan. Tulisan ini saya sarikan dari buku Dzikir karya Dr. Miftah Faridl..
semoga bermanfaat.


Salah satu hikmah dan manfaat hidup beragama adalah kemantapan dan ketenangan bathin. Dengan melaksanakan ajaran-ajaran agama, hati seseorang akan menjadi sejuk dan tenang. Islam memberikan sejumlah pelajaran agar kaum Muslim senantiasa siap menghadapi berbagai kesulitan dan kepahitan hidup dengan keimanan, kesabaran dan ketawakkalan kepada ALLAH Subhanahu wa Ta'ala.

Al-Qur'an mengajarkan kepada ummat Islam tentang beberapa prinsip hidup dan kehidupan duniawi yang harus menjadi pegangan hidup setiap Muslim. Diantaranya :

1. Setiap Muslim hendaknya yakin akan keagungan, kebesaran, keadilan dan kasih sayang ALLAH Subhanahu wa Ta'ala. Mereka tidak boleh berputus asa untuk meraih rahmat dan kasih sayang-NYA itu. ALLAH Subhanahu wa Ta'ala Maha Kuasa untuk berbuat apa saja yang dikehendaki-NYA, tapi ALLAH juga Maha Adil untuk memberikan balasan dan imbalan atas segala kebajikan yg dilakukan oleh hamba-hamba-NYA, dan ALLAH pun Maha Kasih dan Maha Sayang kepada hamba-hamba-NYA yang senantiasa mengharapkan kasih sayang-NYA.

2. Setiap Muslim hendaknya yakin bahwa beserta kesulitan selalu ada kemudahan, sepanjang manusia berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkannya. Tidak ada penderitaan yang abadi sepanjang hidup manusia di dunia ini. Resep yang diberikan Al-Qur'an:
"Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu selesai (dari sesuatu urusan), maka berdiri tegaklah kamu untuk melaksanakan (urusan) yang lain dan pada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap."
(Q.S. Al Insyirah [94]: 5-8)

3. Apa-apa yang terjadi bagi diri seseorang tidak lepas dari Qadha dan Qadar ALLAH Subhanahu wa Ta'ala yang sekaligus sebagai akibat dari amal dan usaha dirinya. Kesuksesan adalah karena kasih sayang ALLAH Subhanahu wa Ta'ala kepada seseorang sekaligus sebagai imbalan atas kebaikannya. Ada pula kesuksesan yang justru sebagai akibat dari kemarahan Tuhan kpd seseorang, dan Tuhan mengancam akan menyiksanya. Demikian juga kegagalan, penderitaan dan kepahian hidup tidak lepas dari Qadha dan Qadar ALLAH Subhanahu wa Ta'ala yang mungkin sebagai balasan atas kealpaan dan kesalahan orang yang mengalaminya.

4. Kegagalan dan kesuksesan, kepahitan dan kemanisan hidup adalah bagian dari ujian kehidupan. Orang yang bersyukur atas nikmat yg diberikan ALLAH adalah mereka yg kuat imannya, lulus ujian hidupnya, dan mereka akan memperoleh tambahan nikmat dari-NYA. Orang yang sabar atas musibah derita dan kesulitan adalah orang yang kuat imannya, lulus dalam ujian hidupnya dan akan dihapuskan dosa dan kesalahannya.

5. Setiap Muslim harus menyadari akan kelemahan dirinya, keterbatasan ilmu pengetahuannya. Manusia sering mengambil keputusan yang merugikan dirinya. Terkadang manusia mencintai sesuatu padahal itulah yang akan
mencelakakannya. Terkadang pula mereka manusia membenci sesuatu yang justru dapat membahagiakannya. Demikian yg diisyaratkan oleh ALLAH Subhanahu wa Ta'ala dalam Al-Qur'an.

6. Tidak sedikit orang memperoleh kesuksesan hidup justru setelah ia memperoleh sejumlah kepahitan hidup. Banyak pula orang yang mendapat sejumlah penderitaan sebagai akibat dari kegembiraan dan kenikmatan. Musibah dan derita yang sering menimpa seseorang ternyata mengandung hikmah pelajaran dan keberuntungan. Ada sebuah nasehat : "Bahwa dalam setiap kejadian senantiasa terdapat hikmah pelajaran yang dapat dimanfaatkan."

7. Kehidupan duniawi itu sering dihiasi oleh kepalsuan dan permainan. Orang yang jujur terkubur, orang yang jahat malah naik pangkat. Orang yang sabar terkapar, dan orang yang berdosa malah dapat bintang jasa. Keadilan yang sunguh-sungguh hanya dapat dirasakan dalam kehidupan di akhirat kelak. Apa-apa yg dilakukan oleh seseorang di dunia sekarang tidak akan lepas dari pengawasan, pencatatan dan perhitungan di masa yang akan datang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar